Yuk Memahami Diri Sendiri Dengan Big 5 Personality

Diri manusia itu kompleks ada banyak lapisan dan ini terkadang membuat manusia sulit dipahami. Untungnya dalam sains itu ada yang disebut dengan pengetahuan yang terkumpul yaitu ketika sebuah bidang keilmuan terus ditumpuk pengetahuannya oleh berbagai generasi dan dalam psikologi ditemukanlah Big 5 Personality atau disebut juga 5 Factor Model. Yuk, kenali diri sendiri dengan memahami ini.

Sebuah hal yang aneh di umur tiga puluh dua tahun lagi saya belajar psikologi untuk memahami diri sendiri tapi kamu perlu membaca dulu awalnya seperti apa.

Tidak Memahami Diri Sendiri Lalu Keluar Kantor Karena Stress

Ketika saya masih bekerja sebagai seorang Media Social Specialist di sebuah agensi periklanan digital bilangan di Jakarta Barat, bahkan waktu itu saya sudah dihitung sebagai seorang senior social media specialist.

Pekerjaan saya awalnya penuh tantangan, kebanyakan adalah untuk mencari foto dan jenis konten seperti apa yang bisa memberikan engagement tertinggi dan untuk mendapatkan follower bagi akun-akun media sosial yang saya handle.

Buat kamu yang bekerja di Agensi periklanan juga pasti tahu serunya bermanuver di antara keinginan diri, atasan, dan klien. Awalnya memang menantang sampai saya juga pernah menangani krisis komunikasi yang terjadi di suatu malam ketika syuting web series untuk salah satu klien.

Namun semakin hari ketika klien tak minta macam-macam lagi dan pekerjaan menjadi begitu-begitu saja, saya mulai jenuh dan stress, bekerja tak ada lagi tantangannya buat saya. Sampai kejenuhan itu sangat mempengaruhi saya, sehingga benar-benar tak ada semangat lagi bekerja.

Saya bersekolah SMA dan kuliah di Bandung, semenjak bekerja di Jakarta saya sangat jarang sekali nongkrong bersama teman kemudian dari segi pekerjaan juga tak ada hal baru yang bisa saya kerjakan. Sampai akhirnya keadaan terlalu jenuh sampai saya selalu tak bisa tidur nyenyak dan akhirnya memutuskan keluar dari kantor dan menjadi freelance.

Beberapa tahun kemudian saya ingin meningkatkan keahlian pemasaran saya, ada beberapa hal yang kemudian saya temukan yaitu Psikologi dan Behavioral Economy. Ketika saya melihat kuliah online tentang personality oleh Jordan Peterson lalu saya mengikuti video yang mungkin total durasi 24 jam.

Dari sini saya mulai memahami diri sendiri, kenapa saya jenuh, kenapa saya selalu membutuhkan kehadiran orang lain supaya bahagia, kenapa saya perlu mengerjakan sesuatu yang kreatif, jawabannya ada dalam Big 5 Personality.

Andai saja saya tahu kepribadian saya lebih dulu, mungkin saya bisa menemukan cara lain untuk memahami diri sendiri dan bisa mencari solusi yang lebih baik.

Nah, sekarang kamu juga bisa memahami diri dengan Big 5 Personality, tulisan ini hanya rangkuman dari hal-hal yang saya pelajari dan itu tak terlalu banyak.

Apa itu Personality atau Kepribadian?

Definisi personality atau kepribadian menurut American Psychological Association (APA) adalah perbedaan individual dalam pola pikir, perasaan, serta perilaku. Artinya perbedaan dari keunikan-keunikan individu secara pola pikir, bagaimana merasakan, dan perilakunya adalah bagian kepribadian atau personality orang tersebut.

Biasanya kepribadian ini juga biasanya terbentuk secara utuh ketika orang menginjak periode young adult atau sekitar awal 20an tahun, meskipun suatu saat bisa berubah karena kondisi tertentu.

Dalam kuliah kelas Personlity yang diunggah oleh Dr. Jordan Peterson di Youtube dia bilang kalau personality adalah bagian selain IQ pada diri manusia. Sebetulnya tidak ada yang namanya EQ (Emotional Quotient) atau kecerdasan emosional yang ada adalah IQ dan Personality (kepribadian).

Lalu apa hubungannya Memahami Diri dengan Big 5 Personlity?

5 trati dalam Big 5 Personality
OCEAN ini adalah singkatan dari kelima trait yang ada dalam Big 5 Personality

Big 5 Personality adalah salah satu cara yang paling mutakhir dalam memetakan dan memahami sifat-sifat yang membentuk kepribadian seseorang. Dia juga lebih bagus dibanding tes MBTI loh karena hasilnya lebih konsisten. Ada kemungkinan 50% kalau kepribadianmu berubah ketika mengambil tes MBTI lagi dalam jangka waktu 5 minggu.

MBTI membagi kepribadian dalam 16 tipe yang binari, artinya jika kamu ini pasti kamu bukan itu. Contohnya:

Jika kamu Ekstrovert maka bukan Introvert.

Padahal menurut Carl Jung, Psikolog terkenal yang bukunya digunakan pembuat MBTI dalam merancang tes tersebut:

Tidak ada orang yang murni Ekstrovert atau murni Introvert, jika pun ada maka orang seperti itu akan berada di rumah sakit jiwa.

Carl Jung

Carl Jung tidak mengukur tingkat Introversion atau Extraversion seseorang secara kaku, dia melihat kalau tiap orang memiliki kadar yang berbeda dalam aspek-aspek sifat ini Introversion atau Extroversion ini.

sedangkan Big 5 Personality melihat kepribadian seseorang yang dibagi kedalam lima sifat (trait) dasar. Masih-masing sifat ini terdiri beberapa aspek, jika dibuat infografis maka akan terlihat seperti ini:

Dalam Big 5 Personlity kelima trait ini memiliki kadar masing-masing dan setiap orang memiliki kadar yang berbeda-beda dan ini bisa diukur.

Nah, kepribadian seseorang ini terbentuk karena dua hal, yang pertama adalah pembawaan yang alami dan juga terbentuk oleh keadaan seperti pendidikan, masalah hidup, atau pekerjaan. Namun, biasanya  kepribadian tak mudah berubah kecuali dalam beberapa kondisi tertentu.

Bagaimana Cara Memahami Diri Sendiri Dengan Big 5 Personality?

Bagaimana-Memahami-Diri-Sendiri-Dengan-Big-5-Personality
Dalam Big 5 Personality, 5 Trait ini terbagi lagi ke dalam beberapa aspek

Big 5 Personality adalah cara mengelompokan sifat-sifat kepribadian yang terbagi dalam 5 sifat/trait yaitu Openness to Experience, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, dan Neuroticism yang disingkat sebagai OCEAN. Dengan memahami kelimat sifat/trait ini maka kamu akan sangat memahami diri dan bisa memilih pilihan yang sesuai dengan kepribadianmu.

Masing-masing orang memiliki kadar berbeda-beda dalam 5 sifat ini dan itu akan menentukan kecenderungan dan pandangan hidup.

Nah, sekarang saya akan jelaskan secara ringkas masing-masing dari kelima sifat yang disingkat sebagai OCEAN ini.

Openness To Experience

Cara Mengalami Diri sendiri dengan sifat Openness To Experience
Nah ini ciri-ciri orang yang memiliki Openness To Experience Yang tinggi

Openness To Experience adalah sifat yang terkait dengan keterbukaan akan pengalaman baru dan intelektualitas. Ini adalah satu-satunya sifat atau traits yang terkait dengan tingginya IQ. Jika kamu adalah orang kreatif dan tertarik pada banyak bidang kemungkinan besar maka IQ-mu juga akan tinggi.

Ciri-ciri orang yang memiliki trait Openness To Experience yang tinggi adalah minatnya ada dalam banyak bidang. Misalnya seseorang tertarik psikologi tapi mempelajari juga statistik, coding (bahasa pemograman), fotografi, musik, dan lain-lain.

Pekerjaan yang cocok untuk orang-orang yang memiliki trait Openness yang tinggi ini adalah profesor, seniman, entrepreneur (pengusaha), musisi, dan lain sebagainya, biasanya terkait dengan kreativitas dan bisnis.

Orang yang memiliki trait Openness yang tinggi memang suka dengan banyak hal.

Menurut Jordan Peterson:

Semua orang kreatif pasti pintar tapi tidak semua orang pintar itu kreatif.

Jordan Peterson

Tiga paragraf memang tak menjelaskan tentang banyak hal tapi tulisan ini akan disambung menjadi sebuah seri yang membedah tentang kepribadian ini.

Baca Selengkapnya Tentenga Hubungan Kreativitas dan Openness To Experience

Conscientiousness

Trait ini berkaitan dengan tiga hal yaitu keteraturan (orderliness), ketekunan (industriousness), dan rasa jijik (disgust).

Trait ini adalah salah satu prediksi lain yang digunakan untuk memprediksi kesuksesan seseorang dalam hidup selain IQ.

Kenapa sifat ini bisa memprediksi kesuksesan seseorang?

Jawaban umumnya karena di era kita hidup saat ini keteraturan dan kerajinan bisa mendapatkanmu banyak hal. Contohnya kamu mungkin memiliki IQ tinggi tapi kalau kamu malas maka kamu akan kesulitan untuk lulus kuliah atau pun dalam menyelesaikan pekerjaan.

Orang yang memiliki trait Conscientiousness yang tinggi juga memiliki rasa jijik yang mencolok untuk hal-hal yang mereka tak suka.

Ada dua teman saya yang sangat teratur dan saya bertanya soal pandangan dan kebiasaan mereka, yang satu tidak bisa memakan daging karena baunya dan teman saya yang kedua sangat merasa jijik kalau ada orang yang bersendawa.

Sifat jijik ini juga ada hubungannya dengan beberapa perilaku dan pandangan hidup tapi ini akan saya bahas lebih lanjut dalam seri lain yang khusus membahas conscientiousness.

Baca selengkapnya di sini untuk memahami apa itu Conscientiousness

Extraversion

Extraversion ini mungkin aspek sifat yang paling dikenal karena dalam MBTI juga menyertakan aspek ini.

Jika kamu memiliki Extraversion yang tinggi maka kamu adalah seorang ekstrovert dan jika rendah maka kamu adalah introvert. Trait Extraversion sendiri berhubungan dengan antusiasme, suka mencari kegembiraan, kegiatan, kehangatan, dan emosi positif.

Seorang ekstrovert punya kelebihan nyaman bergaul dengan orang baru sehingga jaringan perkenalannya sangat luas dan ini membawa keuntungan dalam dunia kerja. Namun sering juga seorang ekstrovert mudah terbawa oleh tren tanpa berpikir panjang.

Di sisi lain introvert yang lebih suka menahan diri memiliki kelebihan dalam mengambil keputusan, kurangnya adalah sering sekali seorang introvert memilih untuk tidak bergaul dan ini kadang membawa kerugian bagi perkembangannya.

Namun ada juga kasus tertentu dimana seorang introvert bisa menjadi sebuah pusat perhatian seperti Panda (nama samaran) yang introvert tapi semua orang di Silicon Valley mengenalnya dan jika kamu perlu bertemu dengan orang maka kau harus meminta Panda untuk mengenalkanmu. Lebih lengkapnya kamu bisa baca buku Mendaki Tangga Yang Salah karangan Eric Barker.

Agreeableness

Nah, kalau trait ini berhubungan dengan kasih sayang dan ketegasan (assertiveness). Sama seperti trait lainnya dalam Big 5 Personlit maka ada kadar bagi masing-masing orang. Jika kamu memiliki Agreeableness yang tinggi maka kamu adalah orang yang agreeable dan jika kadarnya rendah maka kamu adalah orang yang disagreeable.

Ciri-ciri orang yang Agreeable adalah mereka adalah orang yang sangat dipenuhi kasih sayang dan juga menghindari konflik dan jika kadar trait ini sangat tinggi maka orang itu akan kesulitan menolak permintaan meskipun sebenarnya memberatkan dirinya. Terkadang orang Agreeable stress karena dia kesulitan menolak atau berkata tidak pada permintaan-permintaan yang sebenarnya dia tak mau.

Di sisi lain ada orang yang Disagreeable, mereka adalah orang-orang yang mudah untuk menolak jika mereka tak suka permintaannya. Kekurangannya adalah dari mereka kurang bisa bersimpati dengan keadaan orang lain.

Masih banyak yang bisa dibahas dalam Agreeableness dan bagaimana tendensi ini akan menentukan hidupmu.

Neuroticism

Trait ini berhubungan dengan dimensi emosi negatif, biasanya wanita lebih tinggi dalam neuroticism dibandingkan pria, sekitar 60%, artinya jika kita mengambil 10 wanita secara acak dan 10 pria, maka kemungkinan 6 wanita memiliki trait Neuroticism yang tinggi dibandingkan pria.

Nah, selain berhubungan dengan dimensi emosi negatif trait ini juga memiliki korelasi dengan kesakitan emosional dan sensitivitas yang lebih tinggi dalam melihat ancaman (atau potensi ancaman).

Menurut Jordan Peterson alasan paling masuk akal kenapa wanita memiliki trait Neuroticism yang lebih tinggi dibandingkan pria karena mereka akan menjadi ibu dan harus bisa melihat potensi ancaman agar anaknya selamat. Ini perspektif dari hasil evolusi diri mereka sendiri.

Mengapa Memahami Big 5 Personality itu Penting?

Dalam dunia psikologi saat ini memiliki dua hal yang bisa dijadikan prediksi kesuksesan seseorang. Pertama, adalah IQ yang tinggi. Ya alasannya adalah orang memiliki IQ tinggi sangat cepat memahami persoalan yang dia hadapi. Kalau hidup itu ibaratnya sebuah perlombaan maka orang dengan IQ tinggi akan lebih cepat sampai.

Kedua, adalah trait Conscientiousness. Ini adalah sifat yang terkait dengan keteraturan. Orang-orang yang memiliki sifat biasanya lebih teratur. Dalam era kehidupan kita saat ini tuntutan paling penting adalah keteraturan. Orang yang bisa lulus kuliah dan memiliki performa kerja yang baik, biasanya bukan karena pintar tapi mereka tepat waktu dalam menyelesaikan tugas.

Kalau saya meskipun bekerja di bidang kreatif dan cocok ada beberapa tahapan pekerjaan yang membuat saya jenuh karena mengerjakan hal-hal yang itu-itu saja, bisa dibilang tidak ada tantangan baru.

Ditambah lagi kalau saya itu ternyata orang sangat ekstrovert jadi ketika tak ada teman nongkrong dan tidak juga memiliki tempat bermain lain saya cenderung stress, ini juga alasannya kenapa saya mengundurkan diri dari agensi digital tempat saya bekerja.

Contoh lain adlah jika teman pembaca di sini memiliki trait Conscientiousness yang rendah dan Openness to Experience yang tinggi namun bekerja di pabrik pasti tidak akan merasa stres karena pekerjaan yang itu-itu saja dan sangat kaku. Kepribadianmu menentukan juga pekerjaan mana yang cocok untukmu.

Kenapa Saya Bisa Mempelajari Big 5 Personality ini?

Saya adalah seorang pemasar digital yang selalu mencari cara bagaimana memperdalam ilmu saya dan bagaimana meningkatkan keahlian saya ini. Lalu saya mencari kemana-mana apa yang bisa membedakan saya dengan pemasar lainnya jawabannya ada tiga:

  1. Kemampuan memahami budaya, kenapa budaya???? Masih ingat tagline “Berbuka dengan yang manis,”? Ini adalah tagline yang dikeluarkan teh Botol Sosro saat kampanye iklan Ramadhan beberapa tahun silam dan orang masih sering menjadikan tagline tersebut sebagai bagian percakapan Ramadhan.
  2. Behavioral Economy, ilmu percabangan ekonomi yang terbilang baru ini bisa memberikan saya pemahaman kenapa perilaku beli masyrakat seperti sekarang.
  3. Psikologi, khususnya tentang Big 5 Personality yang bisa juga digunakan untuk membuat psikografis.

Ya, ini alasan saya kenapa membaca dan menemukan keilmuan yang masih terbilang baru di Indonesia ini.

Baca selanjutnya tentang bagaimana pengaruh Openness To Experience dalam kreatvitas seseorang.

Coba di sini Big 5 Personality.

Discalimer: Akurasi dari hasil tes online ini rendah tapi masih bisa menunjukan kecenderungan kamu sebenarnya kemana.

Untuk resource terbaik dalam mempelajari Big 5 Personality saya sarankan:

Kelas Big 5 Personlity oleh Jordan Peterson di Youtube

Buku Personality Puzzle

Untuk membaca tentang perilaku dan behavioral economy silakan baca:

Cara Menahan Godaan Promo Menurut Sains

Cara efektif Menahan Promo Menurut Neurosains

5 tahap mencapai cita-cita menurut sains

Share

You may also like...

3 Responses

  1. Hastira says:

    makasih sharingnya

  2. Sabil says:

    Mantap lur, long life berkarya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *