Cara Menabung Yang Efektif Untuk Penghasilan Pas-Pasan

Ada banyak perhitungan soal menabung yang bertebaran di Internet, semua tips itu berguna namun mereka tidak bisa digunakan untuk kamu yang penghasilannya pas-pasan.

Misalnya ada yang bilang perhitungan menabung adalah 30% dari total pendapatan bulananmu, Ada juga yang bilang 60%.

Keduanya bisa digunakan jika kamu ingin menabung. Namun, kamu perlu memperhatikan berapa banyak penghasilan yang kau butuhkan.

Ketika saya masih bekerja di Jakarta di tahun 2018 cukup sulit untuk menabung 30% dari gaji saya yang waktu itu adalah 5 juta dan waktu itu karena biaya kos dan kebutuhan yang lumayan.

Kalau menggunakan perhitungan 30% tabungan, maka saya harus menyisihkan 1,5 juta, 30% dari gaji saya waktu itu. Lalu saya harus untuk hidup saya bisa menggunakan 3,5 juta sisanya. Ini belum dipotong kos 1,2 juta per bulannya.

Jadi total uang untuk kehidupan saya adalah 2,2 juta. Cukup memang.

Namun ketika hidup di ibu kota adalah mumetnya pikiran bila tak kemana-mana. Entahlah, waktu itu malah bikin saya stress kalau diam di kosan melulu.

Akhirnya saya tak bisa menabung 30%. Saya hanya bisa menabung 10% atau 500.000 pada waktu itu (biaya kencan juga lumayan nih bikin anggaran buat nabung makin tipis….)

Nah, jika kamu pendapatan yang lebih rendah daripada saya dan kebutuhan bisa jadi lebih tinggi. Adakah cara menabung yang bisa kita lakukan?

Menabung sedikit demi sedikit

Baru-baru ini saya membaca buku karangan Richard Thaler seorang pemenang Nobel Ekonomi dan seorang Behavioral Economist, judulnya Nudge.

Buku ini membahas bagaimana orang-orang bisa digerakkan oleh dorongan emosional atau psikis untuk melakukan sesuatu. Termasuk menabung.

Banyak orang sulit menabung entah karena penghasilannya tidak cukup atau memang karena gaya hidupnya yang terlalu konsumtif. Intinya semuanya sama saja, kamu tak punya jumlah tabungan yang besar.

Sedangkan di sisi lain kita paham kalau menabung itu adalah salah satu cara mengumpulkan kekayaan paling mudah dan sederhana, adakah yang bisa kita lakukan?

Di sini saran dari Richard Thaler bisa digunakan, yaitu menabung sedikit demi sedikit. Jumlahnya hanya 5% dari pendapatan bulanan anda.

Misalnya kalau pendapatanmu itu satu juta (1.000.000) maka 1% dari uangmu itu adalah 10.000. Jadi tabunganmu sebesar 5% adalah 50.000 ribu per bulan yang akan kau sisihkan.

Kok, kecil ya.

Tenang dulu, ini adalah untuk bulan pertama. Usulan yang diberikan oleh Richard Thaler adalah menaikkan anggaranmu sedikit demi sedikit, 1% saja naikknya per bulan.

Jadi jika di bulan pertama kamu menabung 5% daru total pendapatanmu, maka di bulan kedua kamu akan menabung 6%, bulan ketiga 7%, dan seterusnya.

Maka jika penghasilanmu 1.000.000 per bulannya, di bulan pertama kamu akan menabung 50.000, di bulan kedua jadi 60.000, dan di bulan ketiga 70.000, dan seterusnya.

Lama kelamaan persentase jumlah tabunganmu bisa mencapai 30% atau bahkan 60% dari penghasilanmu. Tergantung kondisi keuangan, namun jangan dikurangi!

Cara ini sebenarnya agar beban mental yang kau tanggung tidak terlalu besar dan kamu membiasakan diri dengan menabung.

Tapi ini belum menyelesaikan masalahnya secara keseluruhan kan, bagaimana jika nanti kamu selalu lupa.

Baca juga: Cara Mencapai Cita-cita Menurut Sains

Cara Menabung yang Benar

Cara menabung yang paling baik adalah dengan menyisihkan di awal. Misalnya di hari pertama gajian kamu akan langsung mengirim uang yang sudah dianggarkan menabung.

Masalahnya jika kamu menabung di akhir bulan atau 3 minggu setelag gajian, biasanya uangmu akan berkurang banyak dari yang dianggarkan. Ini karena kebiasaan (habit) dalam menggunakan uang masih bisa kamu gunakan.

Lalu bagaimana dengan tabungan yang pendapatannya harian?

Semua orang memiliki jam kerja, mau kamu direktur utama atau tukang ketoprak. Kamu pasti selalu memiliki jam operasional kan.

Salah satu trik yang bisa kamu gunakan adalah menyisihkan penghasilan harianmu di setiap akhir jam kerja. Jangan sisihkan setelah habis belanja untuk keperluan jualan atau kebutuhan karena pasti anggaran tabunganmu akan terpotong.

Besarnya uang yang akan ditabung adalah 5% dari jumlah penghasilan harianmu, tapi lakukan ini selama satu bulan setiap harinya.

Jadi jika hari pertama di Bulan Oktober kamu mendapatkan penghasilan misalnya Rp 300.000 maka kamu akan meyisihkan 15.000 untuk tabungan.

Jika besoknya kamu mendapatkan 200.000, maka tabunganmu akan menjadi 10.000.

Lakukan ini setiap hari maka uang tabunganmu akan terkumpul sedikit demi sedikit.

Lalu dimana baiknya kita menabung?

Baca juga: Raih Masa Depan Cerah Dengan Berpikir Jangka Panjang

Tempat terbaik untuk menabung

Di era digital yang semuanya hanya berjarak satu klik, maka menabung bisa menjadi hal yang sulit. Mau beli apa-apa tinggal buka berbagai macam aplikasi, klik dan klik kamu sudah bisa membelinya.

Kemudahan bertransaksi ini malah membuatmu sulit menabung, apalagi jika kamu terbiasa dengan gaya hidup konsumtif.

Kamu butuh sebuah lembaga yang tidak punya atm, yang penarikan uangnya tidak bisa kamu lakukan secara daring melalui hp.

Maka tempat menabung paling cocok ada dua, yaitu Koperasi dan  BMT (Baitul Mal wa Tanwil) di dekat tempat tinggalmu.

Saya sendiri menabung di BMT, besar tabungan yang saya tabungkan adalah 50% dari gaji bulanan dan saya langsung tabungkan begitu gajian.

Penarikan transaksi yang dilakukan tidak bisa melalui smartphone, jadinya tak mudah untuk menarik dananya. Kesulitan ini malah membuat tabunganmu jadi tak terganggu oleh perilaku konsumtifmu.

Begitu juga jika penghasilanmu harian. Maka kamu bisa membuka tabungan di BMT terdekat. Kamu bisa menghubungi kantor mereka atau datang langsung.

Baca juga: Manfaatkan waktu Luang Untuk Mencapai Tujuan Hidupmu

Trik Menabung Untuk yang Penghasilannya Harian

Untuk kamu yang penghasilannya harian, kamu harus punya tempat khusus untuk menabung uangmu.

Tempat itu tak boleh menyatu dengan uang yang akan kau gunakan untuk belanja kebutuhan atau usaha, dia harus terpisah sendiri.

Misalnya kamu menyisihkan pendapatan harianmu yang akan ditabung adalah di laci lemari. Laci ini khusus untuk menyimpan uang untuk ditabung.

Jika kamu misalnya kamu mendapatkan penghasilan tambahan dan akan ditabung taruh uang tersebut di laci itu juga, yang besoknya akan ditabungkan di BMT.

Jika uang dari penghasilan tambahan ini tak akan kamu tabung, maka jangan taruh di sana.

Ingat ya, ini akan bisa kamu lakukan karena kamu berkomitmen untuk selalu menabung.

Trik ini juga akan membiasakan dirimu secara psikologis untuk membuat batasan secara nyata, dimana kamu akan menyimpan uang untuk ditabung dan dibelanjakkan.

Akhir kata

Ya semoga kawan-kawan sukses dalam menabung dan bisa menambah kekayaan secara jangka panjang ya.

Satu lagi, saya minta tolong untuk share artikel ini ya. Boleh di media sosial, di Whatsapp atau di blog temen-temen juga boleh. Makin banyak yang baca, saya makin semangat juga untuk terus menulis. Terimakasih.

Bacaan lain:

Cara Efektif Melawan Distraksi Menurut Neuroscience

5 Cara Membuat Dirimu Produktif Menurut Sains

Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *