Bagaimana Caranya Menciptakan Kekayaan?

Jika kita bicara tentang creation of wealth atau penciptaan kekayaan kita paham kalau ini subjek yang sangat kompleks dan memerlukan penjelasan yang mendalam. Namun meskipun masalahnya kompleks kamu akan tetap membacanya kan karena kamu ingin berada di posisi yang lebih baik.

Ada banyak pelatihan bisnis di luar sana yang akan menjanjikanmu kalau mereka akan membuatmu kaya dalam waktu dekat.

Kebanyakan setelah mengikuti kursus dan pelatihan ‘cara mendapatkan kekayaan secara cepat’ orang akan kecewa karena janji yang mereka tawarkan pun tak akan terjadi dalam waktu dekat.

Jika kamu melihat video tentang para internet guru, sebutan untuk mereka yang mengajarkan kursus membuatmu kaya dalam waktu dekat, maka kamu akan melihat berbagai macam tipuan yang ada di sana.

Di Amerika, di mana pengetahuan tentang bisnis, penciptaan produk, dan ditunjang komunitas entrepreneur hanya mampu mencetak 25% bisnis yang sukses di tahun ketiga.

Jadi jika ada 100 orang yang mencoba berbisnis, jumlah orang yang akan menghasilkan kesuksesan hanya 20 orang.

Di Indonesia sepertinya angka kesuksesannya akan lebih rendah lagi.

Baca juga: Hal-Hal Yang Membuatmu Mendapatkan Uang

Lalu bagaimana dengan janji manis MLM?

Di MLM pun hal yang sama terjadi, kemungkinan besar setelah kamu setuju jadi anggota mereka dan memasarkan produk serta mencari member baru, maka kamu akan mendapati situasi yang serupa.

Kamu akan mendapatkan kesulitan kalau merekrut orang baru dan menjual produk yang harganya mahal itu sama saja.

Seringnya lingkungan dan jaringan yang kau miliki tidak memiliki kekayaan untuk mendukung produkmu itu. Dengan kata lain mereka malas membeli produk MLM yang mahal itu dan lebih baik membeli produk lain.

Kalau kamu perhatikan, mereka yang sukses dalam MLM adalah sebagian kecil orang. Dan mereka bisa memiliki akses ke jaringan orang yang punya uang banyak, yang mampu membeli produk mahal itu.

Coba perhatikan banyak ibu-ibu dari kalangan menengah ke atas yang sukses di bisnis MLM. Kamu yang biasa saja ditambah jaringan pertemanan dan kenalan yang biasa juga sangat sulit untuk bisa sukses di jaringan MLM.

Kalau ada yang sukses di MLM jumlahnya saya duga sedikit. Banyak perusahaan MLM tutup mulut rapat-rapat dan tak mengeluarkan data kesuksesan member yang memiliki penghasilan besar.

Lalu adakah cara lain yang bisa kau tempuh untuk menambah hartamu?

Proses Penciptaan Kekayaan

Sebelum kita bicara apa yang bisa membuatmu kaya, maka kamu harus sadar ada sebuah proses dimana seorang bisa menambah hartanya.

Faktanya adalah 88% milyarder di dunia ini berasal dari orang biasa, dengan usahanya mereka mampu jadi milyuner, mereka juga bukan berasal dari keluarga kaya. Disamping itu rata-rata berumur 61 tahun dengan aset 3,1 Milyar USD masing-masingnya.

Artinya jika kamu paham bagaimana caranya menciptakan kekayaan pada saatnya nanti kamu pun bisa jadi kaya.

Namun, lihat lagi umur rata-rata mereka.

Hampir semua berumur 61 tahun, artinya mereka mengumpulkan aset, portofolio, dan membangun jaringan secara jangka panjang.

Lalu bagaimana caranya menambah kekayaan ini? Kamu pasti ingin tahu kan.

Kita harus memulainya dengan memahami nilai apa yang bisa kamu bawa ke pasar (market).

Baca juga: Panduan Mengganti Habit (Kebiasaan) Buruk Menjadi Lebih Baik

Proposisi Nilai (Value Proposition)

Setiap bisnis memiliki produk yang mereka jual dan pasar akan menilai seberapa berharganya produk tersebut.

Sebuah produk yang memiliki nilai paling besar adalah yang memiliki manfaat terbesar bagi pengguna produk tersebut.

Nilai ini tidak saja terdapat pada produk, tapi ada juga pada orang yaitu mereka yang bekerja sebagai profesional di bidangnya masing-masing.

Makanya kenapa seorang profesional di sebuah bidang bisa ‘dihargai’ berbeda dengan rekannya. Semua itu karena anggapan nilai antara dua orang profesional ini berbeda.

Produk akan dinilai harganya oleh pasar, sedangkan orang (profesional) akan dilihat nilainya oleh perusahaan.

Nilai ini ada dimana-mana termasuk dirimu.

Jadi sekarang kamu memiliki dua jalan dalam menciptakan kekayaan, yaitu membuat produk atau menaikkan nilai dirimu.

Baca juga: Panduan Menjadi Ahli di Bidang Apa pun

Menciptakan Produk (jalan Entrepreneur)

Jika kamu suka berbisnis dan senang memecahkan masalah yang dihadapi orang lain atayu perusahaan, maka menciptakan produk adalah jalan yang cocok untuk kau pilih.

Menurut Simon Sinek definisi entrepreneur adalah mereka yang bisa memberikan solusi terhadap suatu yang spesifik.

Jadi di perusahaan juga banyak pegawai yang termasuk entrepreneur.

Penciptaan produk yang digagas oleh wirausahawan (entrepreneur) itu masih minim, hanya sekitar 10% produk Indonesia yang dijual di ecommerce lokal seperti Tokopedia, Bukalapak, atau Shopee.

Jika kamu melihat apa tren entrepreneur di negara maju, mereka fokus dalam mengembangkan produk yang bisa menolong pelanggan (customer) mereka.

Misalnya, mereka mengembangkan sebuah aplikasi untuk membantu produktivitas pelanggannya. Mereka akan mulai dengan memetakan apa yang membedakan orang produktif dan tidak produktif.

Kemudian mereka akan mencari tahu apa yang membuat seseorang tidak produktif. Lalu apa yang bisa produk mereka untuk memebantu penggunanya untuk membereskan halangan itu, dan seterusnya.

Pemikiran yang melihat masalah dari sudut pandang pelanggan disebut dengan costumer centric mindset.

Oke, kita ganti jangan aplikasi contohnya, mari bahas produk fisik.

Misalnya kamu membuat lampu duduk untuk membaca, tapi kamu tidak akan membuat yang biasa saja. Lampu duduk itu akan fleksibel dan bisa ditempel dimana saja.

Produk ini kamu buat untuk mereka yang gemar membaca dan tidak punya banyak ruang untuk menempelkan lampu duduknya.

Misal kamu mencoba membuat lampu duduk ini bisa ditempel di tembok jadi orang bisa baca sambil tiduran dan penerangannya bisa diatur, dan seterusnya.

Produk ini adalah untuk mereka yang suka membaca dan memiliki ruang di kamar tidur yang terbatas.

Ini adalah proses pengembangan produk yang dilakukan oleh entrepreneur di negara maju. Sedangkan di kita kebanyakannya adalah jadi tenaga penjual atau distributor saja.

Ini bisa dilihat dari produk Cina yang banyak dijual di Ecommerce kita.

Nantinya produk ini akan dinilai seberapa berharganya oleh pasar, apakah nanti pangsa pasarnya besar atau kecil.

Semakin banyak manfaat yang produk kamu bawa maka semakin besar nilainya juga.

Jika kamu suka dengan membuat produk dan suka mengembangkan organisasi, maka ini adalah jalan yang cocok untuk kau pilih.

Namun adakah jalan lain bagi para seniman dan penulis? Tentu ada.

Personal Branding dan Unjuk Karya (Jalan Seniman dan Penulis)

Berbeda dengan orang yang suka mengembangkan produk, jika kamu adalah seorang seniman atau seorang yang senang membuat karya, maka ada cara berbeda yang bisa kau tempuh untuk menciptakan kekayaan.

Dengan melakukan personal branding maka kamu akan lebih tampak dibandingkan rekan satu bidangmu. Lalu ini juga membuatmu bisa tampak berbeda, seorang pelukis terkenal memiliki gaya berbeda dibandingkan pelukis terkenal lainnya.

Lalu apa itu personal Branding?

Marty Nuimeier seorang desainer yang sudah mengembangkan brand image perusahaan teknologi seperti Apple dan Microsoft dari tahun 80an, bilang kalau brand adalah tentang apa yang orang pikirkan tentang sebuah merek.

Jika kita alihkan kepada personal branding bagi dirimu maka artinya adalah apa yang orang pikirkan tentang dirimu.

Contohnya kita kenal Dee sebagai penulis, Hanung Bramatyo sebagai sutradara, Pandji Pragiwiksono sebagai komika, dan seterusnya.

Ada kesamaan antara kegiatan personal branding dan branding sebuah produk. Mereka sama-sama konsisten menunjukkan karyanya di satu bidang.

Ini karena otak kita hanya bisa mengasosiasikan satu hal dengan seseorang. Garin Nugroho dan penyutradaraan film misalnya.

Ini bukan tentang membatasi kemampuan diri tapi lebih kepada bagaimana kamu membuat citra diri di suatu bidang dengan kuat. Kuncinya adalah konsistensi berkarya di bidang tersebut dan menunjukkannya.

Misalnya saya tahu Garin Nugroho juga menulis beberapa buku tapi saya mengenal dia bukan sebagai penulis, atau pun saya tahu kalau dulu Dewi Lestari (Dee) adalah seorang penyanyi yang tergabung dalam grup voal RSD. Saya juga pernah melihat berita tentang pameran fotonya Dimas Djay tapi tetap dia miliki citra adalah sutradara iklan terbaik di Indonesia.

Namun tetap kita mengasosiasikan mereka sebagai seorang seniman di bidangnya masing-masing.

Seth Godin sering bilang miliki standar dan tunjukkan karyamu, ini adalah proses personal branding yang paling ampuh.

Dengan menunjukkan karya di satu bidang saja, maka citramu akan kuat di situ.

Bagaimana jika kamu menunjukkan karyamu di banyak bidang?

Bisa juga, tapi orang akan sulit untuk mengkategorikan dirimu.

Di zaman yang serba banyak pilihan ini orang cenderung mengacuhkan hal-hal yang dia anggap tak penting. Jika dirimu sulit dikategorikan, maka kamu akan diacuhkan orang.

Misalnya jika kamu suka memahat, menggambar, membuat kerajinan dari tanaman, dan seterusnya, masih mudah mengkategorikan dirimu sebagai seniman.

Namun jika kamu buat vlog perjalanan, menulis buku juga, kemudian kamu suka membuat instalasi seni rupa juga, akan sulit mengkategorikan dirimu jika semua karya di bidang yang berbeda-beda itu sama banyaknya.

Lalu apa hubungannya dengan penciptaan kekayaan?

Berbeda dengan mengembangkan dan memasarkan produk. Jika kamu adalah seorang seniman maka orang akan menghubungimu untuk membuat karya di bidang tersebut.

Misalnya Alberthiene Indah adalah seorang penulis biografi paling dikenal di sini. Dia dikenal hanya menulis biografi orang terkenal di Indonesia.

Saya tidak bilang kalau dia tidak menulis jenis buku lain seperti cerita. Namun karena citra dirinya sebagai penulis biografi sudah kuat, maka dia adalah orang yang akan dihubungi jika seorang pejabat, CEO, atau tokoh masyarakat lainnya akan membuat buku biografinya.

Inilah kekuatan personal branding dalam penciptaan kekayaan.

Orang akan menghubungimu karena citra dirimu berkarya di salah satu bidang begitu kuatnya hingga ketika orang memikirkan bidang itu yang terpikir adalah kamu. Sama seperti ketika saya ingin membuat iklan maka nama pertama saya yang muncul di pikiran adalah Dimas Djay.

Personal branding ini akan saya bahas lebih lanjut di artikel lainnya ya.

Semakin dirimu dikenal sebagai seorang yang membuat satu karya khusus maka kamu akan mendapati kalau citramu semakin mudah diingat orang.

Dan ketika kamu bisa menjadi the only dalam satu kategori maka kamu sudah memiliki pangsa pasar. Dengan begitu orang yang akan mendatangimu untuk membutuhkan itu.

Lalu seberapa lama sehingga kamu bisa menambahkan kekayaanmu itu?

Baca juga: Kenapa Indonesia Membutuhkan Lebih Banyak Seniman, Inovator, Penulis, dan Ilmuwan.

Jangka waktu menciptakan kekayaan

Jika kamu menyimpan uangmu dalam bentuk investasi saham, waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan jumlah uang besar adalah 20 tahun.

Dalam buku Nudge karangan Richard Thaler seorang behavioral economist dan juga pemenang nobel ekonomi bilang kalau salah satu strategi paling aman dalam investasi jangka panjang dalam saham adalah diversifikasi.

Namun waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk sampai membuat keuntungan jumlah besar dalam saham adalah dua puluh tahun.

Bagaimana dengan bidang lainnya?

Dalam karir misalnya ketika kamu lihat siapa saja yang jadi bos besar di perusahaanmu rata-rata mereka smeua sudah berusia dari 40 tahun. Berarti gaji mereka jauh di atas UMK dan mampu membeli produk barang mewah.

Hari ini memang pekerjaan bisa berbeda-beda namun butuh waktu tahunan untuk mencapai jabatan tinggi di sebuah perusahaan.

Para milyarder dunia pun rata-rata mereka berumur 61 tahun. Artinya butuh waktu puluhan tahun untuk menciptakan jumlah kekayaan yang besar dengan berinvestasi atau pun membuat bisnis sendiri.

Pilihan utama selain membuka bisnis sendiri adalah dengan berinvestasi dalam saham atau dalam bisnis lainnya.

Bagian lain yang lagi tren sekarang adalah jadi angel investor, seorang investor awal bagi startup.

Namun untuk menambah harta kekayaanmu adalah proses panjang yang tidak sebentar, meskipun kamu sudah melakukannya dengan cara yang benar.

Dari sisi lain juga kamu bisa berada di semacam bubble, yaitu sebuah industri yang sedang panas-panasnya seperti teknologi dan startup seperti sekarang.

Jika kamu bekerja sebagai programmer maka sangat mungkin kamu bisa mendapati karena industri teknologi dan startup pada umumnya dilihat sebagai barang ‘hot’ sekarang.

Bidang lain pun tentu masih mungkin namun kesempatan yang tersedia lebih sedikit jika bicara di luar bubble.

Bubble di sini artinya adalah gelembung, maksudnya dalam industri yang sedang dilirik pasar dan dinilai tinggi, sampai waktu tertentu dimana nanti nilai akan berkurang menurut pasar. Namun biasanya hal ini akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Namun rata-rata yang berhasil menjadi kaya juga mereka berpikir secara jangka panjang bagaimana uang yang mereka hasilkan bisa menghasilkan lebih banyak uang lagi.

Biasanya seperti ini:

  • Kamu menghasilkan uang
  • Kamu menyimpan uang
  • Kamu menginvestasikan uang tersebut.

Kamu akan terus begini secara jangka panjang, bukan dala hitungan bulan bahkan tahun. Kamu akan terus mengulang proses ini selama berpuluh-puluh tahun.

Dalam saham berarti 20 tahun, begitu juga dengan karir, atau bisnis.

Siklus keuangan Jangka Panjang

Dalam siklus keuangan jangka panjang memang ada berbagai hal yang bisa membuat bisnismu kacau. Namun ada juga banyak hal yang bisa membuat bisnis dan investasimu langgeng.

Salah satu tantangan dalam berinvestasi adalah tidak adanya feedback tentang apa yang kau lakukan sudah benar apa belum?

Namun jika melihat pola investasi mereka yang sudah sukses maka kesempatanmu untuk menjadi kaya secara jangka panjang kemungkinannya itu lebih pasti.

Akhir Kata

Jika kita berpikir secara jangka panjang dalam menciptakan kekayaan maka kamu bisa beprikir tentang langkah yang lebih tepat dan akurat untuk mengumpulkan kekayaan.

Jumlah harta yang kau kumpulkan seiring waktu akan naik sedikit demi sedikit. Maka dari itu rencakan secara jangka panjang yang berkisar hingga 20 tahun minimalnya.

Lalu, selamat mencoba dan semoga sukses, kawan.

1 thought on “Bagaimana Caranya Menciptakan Kekayaan?”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *