7 Cara Membuat Dirimu Makin Produktif Menurut Sains

Buat banyak orang yang bekerja atau belajar pasti paham kalau pada saatnya kamu akan malas mengerjakan semua itu. Jika ditambah dengan hiburan dan segala macam distraksi lainnya seperti games dan tontonan di Internet, rasa malas itu jadi lebih awet. Kamu harus mencari cara agar menjadi lebih produktif.

Untuk meningkatkan produktivitas dirimu ini, motivasi saja tidak cukup, kamu memerlukan komitmen dan segudang trik psikologis lainnya untuk membuat produktivitas ini menjadi sesuatu yang konsisten.

1. Komitmen Untuk Konsisten Lebih Penting Dari Motivasi

Banyak orang yang lebih melihat motivasi sebagai suatu hal yang menentukan produktivitas, tapi nyatanya itu bullshit, man.

Motivasi memang  akan membuatmu tergerak tapi aslinya motivasi itu lebih cepat hilang dan kamu kembali ke keadaan diri yang lama, yang produktivitasnya rendah dan mudah terdistraksi.

Untuk meningkatkan produktivitas secara konsisten maka kamu membutuhkan komitmen untuk melakukannya.

Komitmen yang kita bicarakan di sini bukan suatu yang akan kamu lakukan dalam waktu seminggu tapi berbulan-bulan sampai tahunan.

Tujuannya adalah untuk menciptakan kebiasaan yang produktif dengan meluangkan waktu khusus. Namun jangan memikirkan hal yang berat, kita akan melakukannya secara sedikit demi sedikit.

Komitmen untuk mengubah diri ini tidak akan kita lakukan sekaligus, kita akan memulainya dengan sedikit saja.

Misalnya untuk menulis artikel ini dan menjaga agar blog saya mulai produktif, maka saya akan meluangkan waktu satu jam untuk menulis di pagi hari.

Saya akan memulainya setiap pukul tujuh pagi. Di waktu itu saya tidak akan membuka media sosial dan hp, juga tidak  melakukan kegiatan lainnya.

Komtimen yang dibutuhkan di sini adalah bagaimana saya akan duduk pada pukul tujuh pagi di depan laptop dan menulis.

Komitmennya adalah apa pun yang saya rasakan, seperti apa pun keadaan saya, entah apa mood saya pagi itu, saya akan tetap duduk di depan laptop jam tujuh pagi dan mulai mengetik sampai jam delapan.

Mungkin kamu bisa meluangkan waktu di sore atau malam hari. Namun hal paling penting adalah jangan mengubah waktunya.

Jika kamu bisa menulis jam tujuh malam, maka tiap jam tujuh malam kamu harus berada di depan laptop dan mulai menulis.

Konsistensi dalam waktu ini penting karena kita akan menciptakan suatu kondisi dimana kamu akan menciptakan lingkungan yang mendukung produktivitasmu dan kamu akan membiasakan diri untuk melakukannya.

2. Ubah Satu Rutinitas Saja

Jika kamu ingin mengubah rutinitas maka hal terpenting adalah melakukannya sedikit demi sedikit.

Ketika kamu mengubahnya sekaligus, maka kamu akan merasa kewalahan, overwhelm, karena kamu mengubah begitu banyak, mungkin semua rutinitas. Hal ini tidak akan berakhir dengan baik.

Tumbuhkan satu rutinitas baru saja.

Contohnya untuk menciptakan rutinitas membaca buku yang lebih sering, cukup meluangkan waktu selama setengah jam saja setiap harinya.

Proses ini sama dengan bagaimana membantuk kebiasaan, kamu bisa baca selengkapnya di Bagaimana Membuat Kebiasaan yang Positif.

Ketika kamu membaca buku selama setengah jam setiap harinya maka kamu akan bisa membaca 20 buku setahun.

Jika kamu membaca selama satu jam per harinya maka kamu akan bisa menghabiskan 40 buku dalam setahunnya.

Jadi untuk awal, ubah satu rutinitas saja yang membuatmu produktif.

3. Berhenti Bereaksi Terhadap Banyak Hal

Salah satu kebiasaan yang tidak sadar kau bentuk adalah membuka hp ketika kamu baru bangun, ya media sosial sudah terbukti memberikan dopamin ketika kamu mendapatkan likes.

Lama kelamaan kebiasaan membuka media sosial sehabis baru bangun itu membuatmu menjadi semacam keharusan dan ketika kamu tidak bisa berhenti melakukannya, sangat mungkin kamu sudah ada di tahap ketagihan media sosial.

Untuk menjadi lebih produktif kamu perlu mengacuhkan berbagai hal seperti media sosial, email, chat, dan lain sebagainya.

Jangan buat pagi hari sebagai perlombaan, dimana kamu harus cek chat, email, atau media sosial.

Tim Ferriss seorang penulis best seller buku The-4 Hour Work Week bilang dalam sebuah wawancara bersama Eric Barker:

Saya mencoba memiliki 80-90 menit di pagi hari untuk melakukan ritual pagi. Saya rasa memiliki ritual pagi membuatku memiliki kontrol dan tidak reaktif, yang bermanfaat juga untuk mengurangi anxiety (kerisauan) karena itu ritual pagi akan membuatmu lebih produktif.

4. Tentukan 3 hal penting yang akan kau kerjakan hari itu

Hal lain yang harus kamu pahami tentang produktivitas adalah dengan membuat prioritas.

Tidak semua pekerjaan memiliki prioritas yang sama, kamu pasti paham pekerjaan mana saja yang lebih penting.

Misalnya di hari Minggu kamu berniat untuk menambah keterampilan membuat web, lalu kamu membuat 3 hal apa saja yang harus dilakukan dalam menambah keterampilan tersebut.

1. Kamu akan mempelajari HTML dan CSS.

2. Kamu akan mempelajari Javascript

3. Kamu akan mencoba membuat web di platform gratis seperti codepen.io

Kalau ada hal lain selain tiga hal di atas, maka kamu harus menolak mengerjakannya.

Lalu, bagaimana kalau bapakmu menyuruh beli rokok?

Ya mengerjakan hal receh semacam ini tak mengapa, selama kamu tak terganggu untuk waktu yang lama.

5. Gunakan ‘Jam Magis’ Untuk Mengerjakan 3 Hal Tersebut

Buat tiap orang ada waktu tertentu ketika dia sangat produktif. Tiap orang memiliki ‘jam magis’ (waktu ketika kamu jadi sangat produktif) yang berbeda-beda.

Bisa jadi kamu lebih produktif di pagi hari, sore hari, atau bahkan malam hari.

Dan Ariely seorang profesor behavioral economy (perilaku ekonomi) dan penulis buku best-seller Predictably Irrational: The Hidden Force That Shape Our Decision (Irasional yang Mudah Ditebak: Kekuatan Tersembunyi Yang Mempengaruhi Keputusan Kita).

Bilang kalau dalam sehari ada waktu dua sampai dua setengah jam puncak produktivitasmu. Kamu 30% lebih efektif mengerjakan sesuatu di waktu ini.

Menurut temuan dia:

“….kebanyakan orang lebih produktif saat dua jam pertama di pagi hari. Bukan saat kamu baru bangun tidur, misalnya kamu bangun jam 7 pagi maka waktu puncak produktivitasmu yaitu pagi satu jam setelah bangun, sekitar jam 8 pagi sampai dengan 10.30.”

Dan Ariely

Mungkin kamu juga seorang yang lebih produktif di malam hari, ya tak mengapa. Pokoknya jangan sampai waktu produktifmu terganggu.

6. Buatlah Ritual Untuk Memulai

Charles Duhigg seorang jurnalis di The New York Times dan pengarang best seller The Power of Habit : Why We Do What We Do in Life and Business (Kekuatan Kebiasaan: Alasan Kenapa Kita Melakukan Sesuatu Dalam Kehidupan dan Bisnis) bilang sesuatu tentang proskrasinasi (menunda-nunda):

“Salah satu cara untuk melawan proskrasinasi dengan kebiasaan adalah dengan mengembangkan kebiasaan untuk memulai sesuatu. Ketika orang-orang bicara tentang proskrasinasi, mereka biasanya membicarakan tentang langkah pertamanya (memulai). Secara umum jika orang-orang bisa mengembangkan kebiasaan untuk memulai maka akan jauh lebih mudah untuk menghilangkan proskrasinasi itu.”

Charles Duhigg

Artinya Kita lebih malas ketika memulai sesuatu ketimbang menyelesaikannya.

Sebelum kamu mulai mengerjakan sesuatu, mungkin kamu akan membuat kopi, mendengarkan musik, atau makin nasi kuning. Apa pun itu semacam ritual sebelum memulai bekerja itu penting.

Ini akan membantumu dalam membuat kebiasaan untuk memualai pekerjaan.

Saya biasanya akan duduk di depan laptop, meskipun tidak mood untuk menulis. Efektif, dan jangan mengerjakan hal lainnya ketika menggunakan ini.

Tapi terkadang ada hari dimana semua ini tak akan terjadi, kebiasaanmu tidak bisa menolong untuk mengerjakan sesuatu itu. Misalnya ketika kamu dalam perjalanan.

Lalu apa yang harus dilakukan?

7. Gunakan ‘Proskrasinasi Positif’

Sebentar, jangan bingun dulu, mungkin bagian ini terlihat selewat sebagai kontradiktif. Namun biar saya jelaskan.

Iya, proskrasinasi bisa menjadi hal yang baik tapi untuk jenis proskrasinasi tertentu saja.

Apa yang membuatmu bisa membereskan 100 hal? Ketika kamu mencoba menghindari hal menakutkan untuk dikerjakan.

Misal kau tak sedang moods untuk mengerjakan sebuah ilustrasi.

Kamu takut kalau kamu mengerjakan ilustrasi itu dan mengunggahnya di media sosial seperti Instagram, kamu akan mendapatkan komentar tak mengenakkan dari warganet.

Buat seorang seniman prospek komentar negatif di akun dia menakutkan.

Sebenarnya tak mengapa kamu tak mengerjakannya. Asal kau masih mengerjakan hal nomor dua dari tiga hal yang akan kau kerjakan hari ini.

Jangan terlalu terpaku pada pemikiran lalu akhirnya kamu malas dan bermain games.

Dr. John Perry, penulis buku The Art of Procrastination (Seni dalam Menunda-nunda) menjelaskan sebuah metode trik untuk membuatmu makin produktif:

“Kunci pada produktivitas adalah….komitmen yang lebih besar. Metodenya kira-kira seperti ini, pada daftar paling atas hal yang akan kau kerjakan, taruhlah tugas sulit, bahkan hampir tak mungkin kau kerjakan, sebuah tugas yang tampaknya penting (padahal tidak) dan seperti memiliki tengat waktu (padahal tidak ada). Lalu di bawah daftar itu taruhlah hal yang bisa kau kerjakan dan penting untuk dilakukan. “Mengerjakan hal di daftar bawah membuatnya jadi cara untuk menghindari tugas di bagian daftar atas (to do list).”

Dr. John Perry

Nah sekarang waktunya rangkuman:

Rangkuman

  1. Kau perlu komtimen jika ingin lebih produktif
  2. Buat satu rutinitas baru saja
  3. Berhenti jadi reaktif, jangan membuka hp, media sosial, chat, atau email. Apalagi bermain games
  4. Putuskan apa yang harus diprioritaskan hari ini.
  5. Gunakan jam produktif untuk bekerja, waktu paling produktif ini akan membuatmu 30% lebih efektif dalam bekerja.
  6. Milikilah Ritual Memulaimu, ini akan menjadi semacam penanda bahwa kau akan serius bekerja.
  7. Jika semua tak berjalan lancar, gunakan ‘proskrasinasi positif’ utnuk bisa mengerjakan hal yang kurang menakutkan.

Nah sudah ini akhir artikel ini. Satu lagi, kalau boleh saya mau minta tolong untuk klik tombol share di bawah untuk menyebarkan artikel ini di linimasa media sosialmu. Jika blog ini memiliki banyak pembaca akan membantu saya untuk terus berkarya.

3 thoughts on “7 Cara Membuat Dirimu Makin Produktif Menurut Sains”

  1. perlu sebuah ritual untuk merangsang mengerjakan sesuatu, ini jadi catatan penting untuk aku. Terus terang ketika memulai, agak berat. lalu memutuskan mengalihkan dengan kegaitan lain. alhasil fokus hilang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *