1 Sifat Wajib Mencapai Kesuksesan: Conscientiousness

Semua orang ingin sukses, namun mencapai kesuksesan tak mudah. Ada berbagai faktor yang mempengaruhinya. Misalnya seperti kesempatan dan jaringan kenalan. Namun ada sifat-sifat umum yang dimiliki oleh semua orang sukses dan psikologi kepribadian sudah melakukan penelitian yang bisa kita pelajari.

Artinya selama kamu bisa mempelajari apa yang membuat seseorang sukses dan bisa mengikutinya.

Sukses di sini tidak kita batasi kepada mereka yang sukses berbisnis namun tetapi juga pencapaian baik dalam akademik dan karir. 

Oleh karena itu kita akan membedah sifat umum yang dimiliki orang sukses, sifat dalam dunia personality disebut Conscientiousness.

Definisi Conscientiousness

Conscientiousness adalah salah satu sifat (trait) yang dimiliki seseorang dan jadi bagian dari Big 5 Personality (Disebut juga Five Factor Model atau FFM). Ada 5 sifat dalam Big 5 Personality ini yaitu Openness To Experience, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, dan Neuroticism disingkat dengan OCEAN.

Semua orang memiliki kadar Conscientiousness-nya masing-masing ada yang rendah, sedang, dan tinggi. 

Sudah banyak studi psikologi yang mempelajari apa saja faktor atau hal yang bisa membuat seseorang sukses. Dari banyak penelitian yang sudah dilakukan dari bidang personality (kepribadian), maka faktor paling penting adalah IQ (tingkat intelegensi seseorang) dan sifat  Conscientiousness.

Lalu kenapa Conscientiousness begitu penting dalam menentukan kesuksesan seseorang?

Membedah Sifat Conscientiousness

Infografis 6 Aspek Dari Bagian Conscientiousness
Jika dalam keenam sifat ini kamu memiliki skor tinggi, berarti kamu orang yang sangat Conscientiousness.
Infografis ini menggunakan bahan dari Freepik.

Menurut International Personality Item Pool disingkat IPIP (ini adalah alat ukur yang digunakan psikolog dalam mengukur kepribadian seseorang) Conscientiousness terbagi kepada 6 aspek, yaitu:

  • Efikasi Diri (percaya diri dalam menguasai keadaan)
  • Orderliness (keteraturan dan kerapian)
  • Dutifulness (Merasa bertanggung jawab atas pekerjaan)
  • Achievement Striving (Tergerak untuk mendapatkan pencapaian)
  • Disiplin diri
  • Berhati-hati

Artinya mereka yang sukses dalam karir dan dunia akademik memiliki enam aspek ini. Mereka disiplin, tepat waktu, rapi, merasa bertanggung jawab, dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Secara singkat orang yang memiliki Conscientiousness tinggi adalah orang yang bisa diandalkan. sifat ini yang membuat mencapai kesuksesan.

Untuk penjelasan yang lebih mendalam lagi kamu bisa melihat penjelasan Dr. Todd Grande di Youtube.

Mencapai Kesuksesan Dalam Karir

Secara singkat jika kamu adalah orang yang memiliki Conscientiousness tinggi maka mencapai kesuksesan bisa kamu raih karena kamu adalah orang yang disiplin, tepat waktu, dan tergerak untuk mendapatkan pencapaian. Bagaimana mungkin dunia kerja menolakmu? Kamu adalah kandidat terbaik yang bisa mereka dapatkan dengan sifat ini kemunngkinannya tinggi akan mempermudah dirimu mencapai kesuksesan.

Sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Jordan Peterson ketika mencari tahu apa yang mempengaruhi nilai mahasiswa di Toronto University menemukan kalau Conscientiousness adalah hal terbaik untuk memprediksi nilai seseorang, semakin tinggi Conscientiousness-nya maka semakin bagus juga nilainya.

Lalu, bagaimana dengan trait atau sifat lain dalam Big 5 Personality, apakah berpengaruh terhadap kesuksesan?

Agreeableness berpengaruh terhadap kerjasama tim, lalu Openness To Experience berpengaruh terhadap inovasi, bisnis, dan seni, Neuroticism secara negatif akan mempengaruhi performa kerjamu, dan Extraversion yang tinggi akan membantu untuk memperluas jejaring perkenalan (cocok buat tenaga sales).

Namun pengaruh Conscientiousness terhadap kesuksesan masih lebih berpengaruh ketimbang sifat lainya.

Apa Yang Membuat Orang Conscientiousness Sukses?

Cara mencapai kesuksesan dan perbandingan antara orang yang memiliki Conscientiousness tinggi dan rendah
Banyak orang yang ada di tengah, tapi jika kamu sering terlambat datang kemungkinannya kamu memiliki Conscientiousness yang rendah

Orang yang memiliki sifat Conscientiousness memiliki sifat Achievement-Striving, artinya mereka memiliki standar yang tinggi dalam mengerjakan sesuatu. Jika kamu memiliki tingkat Conscientiousness yang rendah maka kamu hanya menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan minimum saja. Baik di tempat kerja maupun dalam perkuliahan.

Kemudian orang dengan Conscientiousness tinggi juga merasa mengontrol hidup, jadi jika mereka merasa pencapaiannya kurang mereka akan bekerja keras untuk membuat hidup lebih baik. Ciri lain orang yang akan mencapai kesuksesan bukan?

Kemudian ada aspek orderliness atau keteraturan. Mereka sangat rapi, terjadwal, dan suka dengan rutinitas, kamarnya saja pasti akan rapi. Kalau kamu orang yang rendah Conscientiousness-nya maka kamu tidak akan teratur, tak memiliki jadwal, dan bakal sering tidur kemaleman. 

Aspek lainnya yang bisa kamu gali Industrious, yaitu mereka merasa harus selalu ada yang dikerjakan. Jadi mereka sulit untuk menikmati waktu kosong. Kalau kamu merasa begini, sangat mungkin kamu memiliki kadar Conscientiousness yang tinggi.

Hal paling penting adalah mereka bisa mengerjakan sesuatu yang tidak menyenangkan sampai tuntas dan tepat waktu. Meskipun mereka sendiri menganggapnya tidak menyenangkan. Ini cari lain dari orang yang akan mencapai kesuksesan.

Mereka juga dikenal memiliki tekad kuat. Jika misalnya kamu mencoba berubah untuk tidak telat masuk kelas waktu kuliah tapi kamu masih sering terlambat, kemudian ada seorang temanmu yang bilang kalau niatmu kurang kuat, sangat mungkin temanmu itu memiliki Conscientiousness yang tinggi.

Jika dipadukan semua sifat ini merangkum seorang yang bisa diandalkan, baik di tempat kerja maupun di perkuliahan. Conscientiousness yang tinggi akan membuatmu lebih mudah mencapai kesuksesan.

Lalu bagaimana dengan mereka yang memiliki trait Conscientiousness yang rendah?

Cara Meningkatkan Conscientiousness

Sebelum saya bahas lebih jauh, ada baiknya kita pahami dulu kalau semua kadar trait dalam Big 5 Personality pada seseorang ini dipengaruhi oleh genetik, jadi mereka diwariskan, lalu sisanya dipengaruhi oleh lingkungan.

Dalam sebuah studi menemukan kalau orang dengan Conscientiousness tinggi berjalan lebih cepat, lebih sehat, dan memiliki hubungan asmara yang lebih baik.

Jika sebuah sifat dipengaruhi lingkungan (sekitar 50%), maka kita pun bisa meningkatkan Conscientiousness diri karena sifat ini membuat kemungkinan lebih tinggi dalam mencapai kesuksesan.

Teknik terbaik yang didukung studi adalah Mental Contrasting, apa itu?

Meningkatkan Conscientiousness Dengan Mental Contrasting

Untuk bisa meningkatkan Conscientiousness diri sendiri maka semua itu dimulai dengan tujuan atau cita-citamu.

Misalnya kamu ingin memiliki penghasilan lebih, seberapa banyak?

Atau kamu ingin menurunkan berat badan, seberapa turun?

Dalam teknik Mental Contrasting hal paling penting adalah dengan menentukan tujuannya dulu.

Untuk menggunakan Mental Contrasting lakukan tiga hal berikut:

  1. Tentukan tujuanmu
  2. Cara mencapainya
  3. Dan membayangkan apa saja halangannya

Setelah itu tulis dalam buku khusus atau jurnal, lalu mulai dengan kira-kira apa yang bisa kamu lakukan untuk mencapai tujuan itu.

Tulis juga apa saja hal yang akan menjadi halangan.

Untuk hasil terbaik tentu kamu harus berusaha mencapai goal ini setiap hari, luangkan waktu dari mulai 1 jam untuk menulisnya.

Bagi saya pribadi, saya akan berusaha meneliti dan membuat konten setiap hari dalam menulis blog ini. Tujuan saya adalah untuk membuat blog ini sebuah tempat di Internet dimana saya akan membantumu dalam mengembangkan diri.

Tantangannya selain rasa malas adalah jadwal kerja yang lumayan padat. Saya harus bisa mencari waktu, minimal saya menulis setiap weekend dan membaca setiap hari, minimal setengah jam untuk materi penelitian saya.

Hal ini lumayan meningkatkan kualitas artikel dan membuatnya konsisten, kemudian berkurangnya penghasilan juga di masa pandemi bikin saya risau. Semoga keadaan lebih baik untuk kita-kita menjelang Agustus ini ya.

Tantangan Orang Dengan Conscientiousness Tinggi

Seperti semua trait lain, orang dengan Conscientiousness juga memiliki kekurangan, biasanya ketika salah satu aspek (facet) terlalu tinggi dia bisa menyebabkan penyakit mental atau perilaku yang mengganggu kehidupan personal.

Masalah umum yang biasanya dihadapi adalah Workaholic (gila kerja), Kolot, dan sulit menerima sebuah cara baru.

Lalu ada sebuah penelitian yang menyebutkan kalau Conscientiousness juga terkait dengan rasa jijik. Dalam kuliah umum yang diunggah Dr. Jordan Peterson menyebutkan kalau aspek terkuat sifat ini adalah:

  • Orderliness (keteraturan & kerapian)
  • Industrious (Harus selalu ada yang dikerjakan)
  • Disgust (rasa jijik)

Ada dua orang teman saya yang sangat teratur orangnya, mereka menuliskan jadwal, menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, dan sangat termotivasi mencapai sesuatu. Namun yang satu tidak tahan mencium bau amis daging (dia cuma makan telur saja) dan yang satu lagi sangat jijik terhadap sendawa.

Terlalu Konservatif & Kolot

Misalnya kalau sebuah perusahaan sebagai hierarki,  dari mulai jabatan paling rendah seperti OB sampai jabatan tertinggi seperti CEO dan Komisaris, maka semakin lama perusahaan itu berdiri akan diisi oleh orang yang memiliki trait Conscientiousness tinggi.

Namun trait ini ada kekurangannya, yaitu ketika lingkungan tidak stabil maka orang dengan Conscientiousness tinggi akan sulit beradaptasi. Di sisi lain trait ini memandang sebuah cara baru atau hidup baru kebaruan sebagai resiko yang tidak perlu diambil.

Semakin lama perusahaan berdiri, maka semakin banyak orang dengan Conscientiousness tinggi mengisi posisi penting di perusahaan, namun karena pandangnya yang kolot, perusahaan itu sulit berubah.

Nah, buat kamu yang bekerja sebagai anak agensi dan memiliki klien perusahaan ternama yang sudah mapan, pasti kamu sering mengalami betapa copywriting harus EYD, bahasanya harus PR zaman dahulu, dan kecenderungan mengikuti budaya lama.

Sulit untuk mengubah perusahaan seperti ini.

Contohnya Kodak adalah perusahaan fotografi ternama yang pertama kali memiliki kamera digital, namun para eksekutif di sana tidak ingin mengembangkan kamera digital itu sebagai sesuatu yang baru karena takut akan mendisrupsi klise (seluloid film) mereka.

Akhirnya kamera digital ditemukan oleh perusahaan lain seperti Nikon, Canon, dan Minolta. Hari ini Kodak adalah pemain kecil di industri fotografi, semua karena mereka tidak ingin mengadopsi dan mengembangkan kamera digital.

Disrupsi akan terjadi bagi perusahaan yang terlalu kolot.

Tantangan Lain Orang Dengan Conscientiousness Tinggi

Jika Conscientiousness merupakan sebuah sifat yang konsisten namun ini hanya biasanya terpaku pada lingkungan yang konsisten juga.

Misalnya kamu sedang bekerja dan kamu punya prospek karir yang bagus dan cemerlang, semua lancar, dan karirmu terus naik daun. Kamu memiliki pencapaian yang bisa dibanggakan di kantor, hubungan baik dengan atasan dan kolega juga bagus, kamu suka bekerja di kantor yang sekarang tapi tiba-tiba pandemi menghantam perusahaan.

Kamu yang tadinya memiliki rutinitas dan jelas lingkungan kerjanya sekarang terdampak PHK dan terpaksa dirumahkan.

Sebagai orang yang memiliki trait Conscientiousness yang tinggi akan terhantam keras oleh stress dan depresi.

Orang yang memiliki sifat Conscientiousness tinggi tapi dengan Openness To Experience yang rendah, akan sulit beradaptasi di lingkungan yang tak pasti.

Jika kamu sering sakit punggung karena terdampak PHK di kala pageblug ini maka kemungkinannya tinggi kalau kamu sedang stress. Stress dan sakit punggung ada korelasinya.

Orang yang memiliki sifat Conscientiousness rendah akan terdampak stress yang lebih ringan.

Era Wabah COVID-19 Yang Membuat Segala Hal Tak Pasti

Dalam era krisis pageblug ini membuat segala hal tak pasti, orang yang tadinya memiliki penghasilan sekarang berkurang drastis atau malah hilang sekalian.

Buat kamu yang jadi pekerja keras krisis ini akan menghantammu jauh lebih keras dibandingkan mereka yang lebih santai. Sifat Conscientiousness yang tinggi dalam diri tadinya bisa membawa kesuksesan untukmu sekarang jadi bumerang yang membuatmu makin stress.

Oleh karenanya kamu memerlukan kegiatan lain, sebuah rutinitas produktif yang bisa membuatmu bisa mendapatkan penghasilan. Salah satunya adalah dengan bertani dan berternak lele di rumah.

Bang_Tani (@petanirumah) di Twitter punya konten dan pelatihan yang bagus untuk membuatnya.

Akhir kata saya harap artikel ini bisa membantumu lebih memahami diri sendiri dan membuat pilihan yang lebih baik untuk hidupmu dan jangan lupa masih ada empat trait lain yang akan saya bahas di sini.

Kemudian, tolong ingat kalau kepribadian atau personality ini adalah bagian besar dari hidup seseorang namun bukan satu-satunya.

Kalau ada pertanyaan silakan bertanya di kolom komentar di bawah ya.

Baca juga:

Memahami Diri Dengan Big 5 Personality Dalam Psikologi

Mehamai Diri Sebagai Orang Kreatif Lewat Openness To Experience

Tes Kepribadianmu Di sini:

123test.com

Jika kamu ingin mendalami lebih dalam tentang personality saya merekomendasikan Buku The Personality Puzzle (ini adalah textbook jadi cari yang second saja) oleh David C. Funder dan Kuliah oleh Dr. Jordan Peterson

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *